Kamis , 24 Oktober 2019
Awal / Humaniora / PDIP Apresiasi Ponpes Dzikir Al Fath yang Tetap Angkat Budaya Asli Nusantara

PDIP Apresiasi Ponpes Dzikir Al Fath yang Tetap Angkat Budaya Asli Nusantara

Spread the love

Buitenzorg – Mengawali hari kedua kegiatan Safari Kebangsaan VII, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengunjungi Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Kota Sukabumi, Jumat (8/2/2019).

Ternyata meskipun berbentuk ponpes, Dkiir Al Fath kental dengan kebudayaan lokal Jawa Barat.

Jajaran PDIP yang dipimpin Sekjen, Hasto Kristiyanto disambut meriah dengan berbagai gelaran kebudayaan mulai dari seni bela diri pencak silat hingga permainan bola api yang diperagakan para santri dan santriwati.

Hasto yang didampingi Wasekjen PDIP Ahmad Basarah dan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin juga sempat melihat benda-benda sejarah peninggalan masa Prabu Siliwangi di Museum Prabu Siliwangi yang berada di dalam kompleks ponpes.

arak

Sekjen PDIP  Hasto Kristiyanto disambut meriah dan diarak di Ponpes Zzikir Al Fath.(ikbal)

“Suatu kehormatan bisa di sini. Saya sampaikan salam dari Pak Jokowi – Ma’ruf Amin, juga Ketua Umum Megawati. Ketika kami memasuki ponpes suatu keharuan begitu masuk saya melihat cermin jati diri Indonsia yang bangga kebudayannya, mencintai seluruh tradisi nusantara,” tandasnya di lokasi.

Dia memuji Ponpes Dzikir Al Fath yang tidak hanya mengakarkan soal agma Islam namun juga tidak meninggalkan kebudayaan asli nusantara. Pesantren yang juga modern itu dinilai menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yang berjalan seiring dengan ajaran Islam.

“Kebudayaan yang ditampilkan hari ini menunjukan bangsa yang punya nilai luhur. Selaras dengan kebijakan Jokowi. Gak pernah namanya Pak Jokowi berkata-kata kasar,  sampurasun diplesetkan menjadi campur racun. Mari kita gelotakan kebudayaan kita,” imbuhnya.

Oleh pimpinan Ponpes KH Fajar Laksana, Hasto dan Tubagus Hasanuddin diberi hadiah kujang, keris, dan tongkat khusus dilapisi kulit harimau asli. Benda itu merupakan pusaka keluarga Laksana

KH Fajar menerangkan Kujang Emas Arya Kuningan memiliki arti agar bisa mewujudkan misi membawa keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

“Mudah-mudahan dalam memimpin bangsa bisa membawa keadilan dan kesejahteraan. Seperti sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.

Sementara itu Tubagus Hasanuddin diberikan sebuah keris yang bermakna pemberian buat seseorang yang tinggi derajatnya.

“Orang yang tak tinggi derajatnya tak mungkin memiliki keris. Kalau bapak ini, sudah bergelar tubagus, seorang jenderal pula,” imbuh KH Fajar. (ikbal/tri)

 

Tentang zoel snage

Baca Juga

Ridwan Kamil Diberi Gelar ‘Rama Agung Adijaya Perkasa’ di Ponpes Al Fath

Spread the loveBuitenzorg – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *