Kamis , 24 Oktober 2019
Awal / Humaniora / Ridwan Kamil Diberi Gelar ‘Rama Agung Adijaya Perkasa’ di Ponpes Al Fath

Ridwan Kamil Diberi Gelar ‘Rama Agung Adijaya Perkasa’ di Ponpes Al Fath

Spread the love

Buitenzorg – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath di Jalan Merbabu, Perum Gading Kencana Asri, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi Selasa (5/2/2019).

Pria yang akrab disapa Emil itu mendapatkan gelar ‘Rama Agung Adijaya Perkasa’ oleh pimpinan pesantren Fajar Laksana. Gelar tersebut disematkan oleh pihak pesantren dengan harapan Emil bisa membawa Jawa Barat menuju perubahan yang lebih baik.

Emil sempat menaiki lisung dan diarak oleh sejumlah warga pesantren. Ia sempat ngibing atau menari saat ditandu. Warga yang melihatnya menyorakinya sambil bertepuk tangan. Sebelumnya dia juga sempat melihat-lihat koleksi Museum Prabu Siliwangi yang memamerkan benda peninggalan sejarah. Emil juga menandatangani piagam peresmian Yayasan Museum Prabu Siliwangi.

“Tadi mendapat gelar dari kyai Fajar tentunya itu menguatkan bahwa saya jangan mencederai amanah ya,” ujarnya.

Emil juga mengapresiasi pengelola Ponpes Alfath Fajar Laksana yang menurutnya sosok yang multidimensi, sebagai kyai, budayawan, ahli sejarah dan manajemen.

“Pesantrennya luar biasa memberikan tambahan nilai budaya silat ada museum juga ini menandakan pria ini multidimensi kalau semua orang seperti beliau Insya Allah Indonesia akan luar biasa,” lanjut Emil.

Sementara itu terkait gelar kehormatan, Kyai Fajar Laksana menyebut gelar itu sebagai penghormatan keluarga besar pesantren Al-Fath agar pemimpin Jawa Barat tetap memperhatikan orang-orang sunda di tatar sunda.

“Ini gelar kehormatan menjadi keluarga besar kami, keluarga besar kami ini adalah keluarga ‘Waruka Sakabumi Pajajaran’ warga pemangku ini adalah yang memiliki amanah untuk menjaga pusaka-pusaka Pajajaran yaitu museum,” jelas Fajar.

Terkait penamaan gelar Rama Agung Adijaya Perkasa Fajar menjelaskan arti khusus yang merupakan doa dan motivasi untuk Emil dalam memimpin Jawa Barat.

“Rama itu artinya orang tua atau pemimpin, Agung itu mulia dan Adi itu kekuatan, Jaya adalah jaya, Perkasa itu gagah diartikan secara keseluruhan pemimpin atau orang tua yang mulia yang punya kekuatan yang jaya dan gagah perkasa,” jelas Fajar.

Selain pemberian gelar, Ponpes Alfath juga menyerahkan tiga buah benda yaitu iket (ikat kepala khas Sunda), senjata khas Jawa Barat Kujang dan Iteuk atau tongkat. (*)
(sya/ern)

Tentang zoel snage

Baca Juga

PDIP Apresiasi Ponpes Dzikir Al Fath yang Tetap Angkat Budaya Asli Nusantara

Spread the loveBuitenzorg – Mengawali hari kedua kegiatan Safari Kebangsaan VII, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *