Minggu , 8 Desember 2019
Awal / Humaniora / Membanggakan, Ini Profil 8 Wong Sumsel Punya Jabatan Strategis di Jakarta, Menteri Hingga Ketua BPK

Membanggakan, Ini Profil 8 Wong Sumsel Punya Jabatan Strategis di Jakarta, Menteri Hingga Ketua BPK

Spread the love

Buitenzorg – Putra-putri terbaik Sumatra Selatan (Sumsel) menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.

Ada delapan wong kito saat ini memiliki jabatan strategis di Jakarta.

Terbaru dengan dilantikan empat putra-putri Bumi Sriwijaya menjadi menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin, Rabu (23/10/2019).

Edhy Prabowo menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, Tito Karnavian menjabat Menteri Dalam Negeri, dan Budi Karya Sumadi menjabat Menteri Perhubungan.

Berikut profil singkat delapan tokoh itu :

1. Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan)

Edhy Prabowo kelahiran Muara Enim, menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan.

Edhy Prabowo yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional, menggantikan Susi Pudjiastuti.

Edhy Prabowo yang dikenal dekat dengan Prabowo Subianto kini sama-sama menjabat sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Edhy Prabowo sewaktu muda foto dengan Prabowo Subianto
Edhy Prabowo sewaktu muda foto dengan Prabowo Subianto (Istimewa)
  • Nama: Edhy Prabowo
  • Tempat/Tanggal Lahir: Tanjung Enim, Sumatera Selatan, 26 Desember 1972
  • Pendidikan: Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) (1991-dipecat)
  • Program Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Prof Dr Moestopo, Jakarta (1997)
  • Program Magister Swiss German University (2004)
  • Jabatan: Anggota DPR RI (2014-2019)
  • Anggota DPR RI (2009-2014)
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra (2012-sekarang)

2. Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri)

Tito mulai menjabat sebagai Kapolri sejak tahun 2016 hingga akhirnya dipanggil ke istana, Selasa (22/10/2019), untuk diminta menjadi menteri.

Tito diberhentikan dan juga mundur dari kepolisian setelah bertemu Jokowi.

Karir Tito di institusi kepolisian terbilang cemerlang.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN)

Ia merupakan lulusan terbaik Akpol tahun 1987 dan menerima penghargaan Adhi Makayasa.

Selama kariernya, jenderal berbintang empat itu dikenal berpengalaman dalam bidang terorisme.

Tito pernah membongkar jaringan teroris kelompok Azahari Husin di Batu, Malang, Jawa Timur, pada 2005, dan kelompok pimpinan Noordin M Top tahun 2009.

Ia pun dipercaya menjabat sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Mabes Polri.

Kemudian, Tito juga pernah menjadi Kapolda Papua selama dua tahun, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri, dan Kapolda Metro Jaya.

3. Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan)

Presiden Joko Widodo menunjuk Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi datang langsung ke Palembang dan naik LRT dari Stasiun Bandara SMB II menuju Stasiun Jakabaring, Jumat (24/8/2018).
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi datang langsung ke Palembang dan naik LRT dari Stasiun Bandara SMB II menuju Stasiun Jakabaring, Jumat (24/8/2018). (Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati)

Dilansir dari berbagai sumber, berikut profil singkat Budi Karya Sumadi:

Nama: Budi Karya Sumadi

Tempat/Tanggal Lahir: Palembang/18 Desember 1956

Pendidikan:

  • SD Muhammadiyah 1, Bukit Kecil Palembang (1969)
  • SMP Negeri 1 Palembang (1972) SMA Xaverius (1975)
  • Universitas Gadjah Mada Jurusan Arsitektur (1981)

Karier:

  • Asisten Perencana Design Center FT UGM (1979)
  • Asisten Dosen Jurusan Arsitek FT UGM (1979-1980)
  • Manager Marketing Property PT. Pembangunan Jaya Ancol (1989-1991)
  • Presiden Direktur PT. Wisma Jaya Artek (1996-2001)
  • Direktur Keuangan PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (2001-2004)
  • Komisaris PT. Philindo (2001-2013)
  • Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (2004-2013)
  • Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (2004-2013)
  • Direktur Utama Angkasa Pura II (2015-2016)
  • Menteri Perhubungan Indonesia (2016-2019) Menteri Perhubungan Indonesia (2019-sekarang)

4. Ketua KPK Irjen Pol Firli

Irjen Firli Bahuri adalah salah satu capim dari unsur kepolisian yang lolos hingga tahap akhir dan akhirnya terpilih sebagai Ketua KPK.

Saat ini, ia menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

Sebelumnya, Pria kelahiran Prabumulih, Sumsel, 8 November 1963 itu, pernah menjadi Deputi Penindakan KPK, Kapolda Nusa Tenggara Barat, Wakapolda Jawa Tengah, dan Wakapolda Banten.

Lulusan Akpol 1990 ini, tercatat sempat menjabat Kapolres Persiapan Lampung Timur pada 2001.

Setelah bertugas sebagai Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng, pada 2012 Firli dipercaya sebagai ajudan wakil presiden yang saat itu dijabat Boediono.

Firli menjabat Wakapolda Banten pada 2014, dan dua tahun kemudian duduk sebagai Karodalops Sops Polri.

Di Jabatan inilah, Firli berpangkat jenderal bintang satu atau brigjen.

Pada 2017, Firli dipromosikan menjadi Kapolda NTB dan setahun kemudian dia ditugaskan di KPK sebagai Deputi Penindakan.

Bintang dua didapatnya saat menjabat Kapolda Sumatera Selatan.

5. Agung Sampurna (Ketua BPK RI)

Mantan Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) Agung Firman Sampurna terpilih sebagai Ketua BPK yang baru secara musyawarah mufakat, Senin (21/10/2019).

Ia menjabat sebagai Anggota I BPK-RI periode 2014 – 2019, Anggota III periode 2012 – 2013, dan Anggota V periode 2013 – 2014.

Agung Firman Sampurna pernah memimpin Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) III (2012 – 2013), AKN V (2013 – 2014), dan AKN I (2014 – 2019).

Agung Sampurna (Ketua BPK RI)
Agung Sampurna (Ketua BPK RI) (kompas.com)

Pendidikan

  • SD Negeri 65 Palembang (1985)
  • SMP Negeri 1 Palembang (1987)
  • SMA Negeri 1 Palembang (1990)
  • Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya – Inderalaya (1996)
  • Pasca Sarjana Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia (1998)
  • Pasca Sarjana (S3) Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik, Univesitas Indonesia (2011)

6. Kgs Ahmad Badaruddin (Kepala PPATK)

Selain memiliki kompetensi yang memadai Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin dianggap profesional, sehingga Presiden Joko Widodo memilihnya menjadi Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dari situs Kementerian Keuangan disebutkan, perjalanan karier Badaruddin di kementerian tersebut dimulai sejak ia tamat SMA tahun 1977.

Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin.
Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin. (Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso Purnomo)

Pria kelahiran Palembang, 29 Maret 1957 ini memulai kariernya dari bawah, mulai dari pelaksana hingga menduduki berbagai jabatan lainnya di Kementerian Keuangan.

Pada 2003, ia pernah diangkat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Atas pengabdian, dedikasi dan prestasinya, Badaruddin juga pernah mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya.

7. Prof Amzulian (Ketua Ombudsman RI)

Amzulian Rifai lahir di Desa Muarakati, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan pada tanggal 02 Desember 1964.
Amzulian Rifai menamatkan Pendidikan S1 Hukum di Universitas Sriwijaya pada Tahun 1988.

Menamatkan Magister Ilmu Hukum (LLM) di Melbourne University, Australia (1995) dan meraih gelar PhD dari Monash University, Australia pada tahun 2002.

Di tahun 2005 mencapai jabatan Guru Besar (Profesor) bidang Hukum Tata Negara dari Universitas Sriwijaya.

Sebelum menjabat Ketua Ombudsman Republik Indonesia periode 2016-2021,

Pengamat Politik Universitas Sriwijaya Palembang, Amzulian
Amzulian Rifai(TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF B ROHEKAN)

Amzulian Rifai pernah menjadi Ketua Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana Unsri (2007-2011), Sekretaris Senat Unsri (2007-2011),

Ketua Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana Unsri S2 dan S3 (2008-2011), Dekan Fakultas Hukum Unsri (2009-2013 dan 2013-2017, resign), Owner ARF-Indonesia Consulting Group (non-aktif), dan Komisaris BUMN PT Pupuk Sriwijaya (2011-2016, resign).

8. Puan Maharani (Ketua DPR)

Puan Maharani dilantik menjadi Ketua DPR periode 2019-2024, Selasa (1/10/2019).

Puan Maharani Nakshatra Kusyala atau yang lebih sering disapa Puan Maharani merupakan politikus perempuan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P).

Puan Maharani lahir di Jakarta pada 6 September 1973.

Puan maharani jurnalis
Puan maharani (Tribunnews.com)

Puan Maharani adalah anak dari pasangan Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas.

Ayahnya Taufiq Kiemas merupakan pria kelahiran Muara Enim, Sumatra Selatan.

Sedangkan Megawati Soekarnoputri sendiri merupakan Presiden Indonesia kelima sekaligus putri dari presiden pertama, Ir Soekarno.(*)

 

Tentang zoel snage

Baca Juga

Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi Keluarkan Instruksi Buat Projo di Seluruh Daerah

Spread the loveBuitenzorg – DPP Projo menggelar acara syukuran usai Budi Arie Setiadi dilantik menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *