Begini Asal Mula Sumur Air Zam Zam | Airnya Enggak Pernah Habis!

oleh -128 views

Bianglala.info – Sumur air zam-zam menjadi incaran jaamaah haji atau umrah di tanah suci. Air ini wajib masuk dalam daftar barang oleh-oleh, baik dikonsumsi sendiri atau orang lain.

Sumur air zam-zam letaknya tidak jauh dari Ka’bah.

Airnya diyakini telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim dan hingga saat ini selalu diambil oleh jutaan umat Islam dari seluruh dunia sepanjang tahun.

Asal Mula Bangunan Sumur Air Zam-Zam

Beberapa tahun kemudian setelah kejadian tersebut, Nabi Ibrahim datang dan langsung bersujud kepada Allah SWT.

Beliau lalu membangun dan meninggikan kembali Baitullah dibantu anaknya Ismail.

Kemudian, menjadikan tempat tersebut sebagai tempat ibadah kepada Allah Swt.

Sumur tersebut berada di kawasan yang kini menjadi Masjidil Haram, tepatnya sebelah tenggara Ka’bah.

air zam-zam

Sumur zamzam kurang lebih terletak 11 meter dari Ka’bah yang memiliki kedalaman 42 meter.

Menurut cerita yang sahih, sumur ini dapat menyedot air sebanyak 11-18,5 liter per detik.

Sehingga dapat menghasilkan 660 liter air per menit dan 39.600 liter perjamnya.

Dari mata air ini, ada celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm, dengan tinggi 30 cm yang juga menghasilkan air sangat banyak.

Dahulu, di atas sumur zam zam terdapat sebuah bangunan.

Namun, bangunan tersebut kini ditiadakan untuk meluaskan tempat tawaf.

Sehingga, ruang minum air zam zam dipindahkan ke ruang bawah tanah, di bawah tempat tawaf, dengan 23 anak tangga yang dilengkapi AC.

Tempat masuknya dipisah antara laki dan perempuan.

Di situ terdapat 350 keran air minum, 220 berada di sisi ruang laki-laki dan 130 sisanya di ruang perempuan.

Asal Usul Ditemukannya Air Zam-Zam

Beberapa dokumen sejarah termasuk dalam Al-Qur’an, disebutkan bahwa istri Ibrahim, Siti Hajar, berlari antara Bukit Shofa dan Marwah demi mendapatkan air bagi anaknya, Ismail.

Kala itu, Nabi Ibrahim bersama istrinya, Siti Hajar, dan putranya yang masih bayi, Ismail, datang dan bermukim di sebuah gurun yang gersang dan tandus.

Tak ada satupun manusia yang pernah menghuni gurun itu.

Suatu ketika Ibrahim pergi untuk beberapa lama meninggalkan istri dan anaknya itu.

Persediaan makanan dan minuman mereka pun habis.

Bahkan ASI Siti Hajar pun mengering.

Hidup ibu dan anak laki-laki itu terancam kehausan dan kelaparan.

Siti Hajar lalu berusaha mencari air dengan berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah sembari memohon kepada Allah.

Setelah 7 kali berlari-lari pulang pergi, terjadilah keajaiban.

Air memancar di antara kedua kaki putranya.

Hal itu tentu saja atas kehendak Allah SWT yang memerintahkan Malaikat Jibril untuk menghentak bumi hingga terpancarlah air yang kini dikenal air Zamzam.

Waktu itu Nabi Ismail baru lahir sekitar tahun 1910 SM.

Angka tersebut jika dihitung hingga hari ini, maka akan menghasilkan lebih dari 4000 tahun sebagai umur dari sumur tersebut.

Hingga sekarang sumber mata air itulah yang menjadi sumur air zam-zam.

Diketahui bahwa besaran dari pH air zam zam yang benar yaitu, 7,5 – 7,7 dengan tanpa warna dan tidak berbau.

Namun, memiliki rasa yang berbeda.

Konon, Air Zam-Zam Tidak Pernah Habis

Sumur air zam-zam yang jumlahnya melimpah ini konon, tak akan pernah habis.

Mengapa bisa?

Sudah banyak peneliti yang penasaran denan fenomena ini.

Seperti dilansir dari lama Egypttoday.com, menyebutkan bahwa Abbas Sharaqi, seorang professor geologi dan sumber daya air di Institut Riset Afrika, menyebutkan bahwa air zam-zam tidak akan habis.

Sebab, sumurnya terhubung ke sumber air tanah yang terbarukan sehingga menjadikan sumur air zam-zam itu tidak akan mengering kecuali dalam kondisi tertentu.

Menurut Sharaqi, sumber air ini berasal dari hujan di Mekah.

Selanjutnya, ada sebuah riset yang dilakukan oleh peneliti dari sebuah universitas di Pakistan dan Jepang.

Riset ini dipublikasikan pada tahun 2013 di International Journal of Food Properties.

Dalam jurnal tersebut, ditulis bahwa dalam sumurnya terdapat endapan sungai setebal 13,5 meter yang disebabkan aliran air hujan dari pegunungan.

Proses ini membutuhkan jutaan tahun untuk membuatnya.

Kemudian, di bagian paling bawah terdapat lapisan batu diorit setebal 17 meter.

Hal tersebut secara keseluruhan membuat kedalaman sumur air zam-zam menjadi 30,5 meter

Penelitian Terakhir Dilakukan Tahun 1973

Terakhir, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh geologi asal Mesir bernama Dr. Farouk El-Baz di tahun 1973.

Geolog ini bekerja untuk sebuah lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA).

Ia melakukan pemotretan geologis di Gurun Sahara di tahun tersebut.

Penelitian tersebut juga ia lakukan di Mekah dan Madinah, setelah diteliti Farouk mendapati bahwa di bawah lapisan bebatuan terdapat ceruk air.

Ia melihat ada tanda-tanda lautan air di lapisan bebatuan di bawah Mekah dan lautan itu merupakan sumur air zam-zam.

Temuan lain datang dari penelitian Tariq Hussain, ilmuwan lokal yang diperintahkan Raja Faisal untuk mengecek kualitas air di tengah isu zat beracun di air zamzam pada tahun 1971.

Dalam jurnal berjudul The Miracle of Zamzam water, Tariq dan rekannya Moin Uddin Ahmed justru mendapati temuan bagaimana air yang disedot selalu terisi penuh kembali hanya dalam waktu 11 menit saja.

Berikut doa minum air zam zam yang dikutip dari buku berjudul “Khasiat Air Zam-zam” oleh Taufiqurrohman, M.Si :

“Allahumma inni as-aluka i’lman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in.”

Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari tiap penyakit.

Ketika meminum air ini kita disunahkan dalam keadaan berdiri dan menghadap kiblat kemudian berdoa.

5 Kandungan Kimiawi Alami dalam Air Zam-Zam

1. Mengandung Flour Alami

Air zam-zam mengandung flour alami sehingga mencegah bakteri tumbuh.

Selain itu, umumnya sumur-sumur di wilayah yang udaranya hangat seharusnya membuat vegetasi seperti lumut atau alga tumbuh.

Tapi, tidak dengan sumur air zam-zam.

2. Mengandung Kalsium dan Garam Magnesium

Dilansir dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), air zam-zam mengandung sampai 2.000 mg per liter.

Padahal, biasanya elemen magnesium pada air mineral tak lebih dari 260 mg per liter.

3. Mengandung Hidrogen dan Alkali

Dilansir dari laman Gulf Times, Dr. Ahmad Abdul-Qaadir al-Muhandiss mengidentifikasikan air zamzam sebagai air murni.

Sehingga tak memiliki warna bau dan rasa serta memiliki kandungan hidrogen 7,5 atau sekitar 8 mg per liternya dan alkali.

4. Ada Elemen Neutron

Dilansir dari jurnal National Center for Biotechnology Information, terdapat 30 elemen dalam air zamzam yang memiliki neutron untuk membangkitkan energi.

Karena itu, tak perlu ragu-ragu lagi dengan kandungan air zamzam untuk kesehatan.

5. Baik untuk Kesehatan Menurut WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menilai bahwa air zamzam baik untuk kesehatan.

Per liternya, air zamzam mengandung ion positif dan ion negatif.

Ion positifnya berupa 250 mg sodium, 200 mg kalsium, 20 mg potasium, dan 50 mg magnesium.

Sedangkan untuk ion negatif ada per liternya ada elemen 372 mg sulfur, 366 mg bikarbonat, 273 mg nitrat, 0,25 mg fosfat, dan 6 mg amonia.

Lewat uji analisis kimia pun sudah dibuktika bahwa cuaca kering membuat air zamzam lebih bergaram karena menguap sehingga baik untuk kesehatan

***

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk kamu, ya!