Ternyata Ini Jawaban Mengapa Rasulullah Hanya Haji Sekali Seumur Hidupnya

oleh -54 views

Bianglala.info – Rasulullah melakukan haji hanya sekali seumur hidup. Haji dilakukan pertama kali oleh Rasulullah tahun 10 Hijriah, sekaligus ini menjadi haji terakhir Rasulullah. Tak lama setelah itu beliau dipanggil Allah SWT. Haji yang dilakukan Rasul ini populer dengan istilah haji wadha’ karena Rasulullah SAW pada waktu itu berpamitan kepada umatnya dengan mengatakan, “Siapa tahu aku tidak dapat lagi bertemu kamu semua setelah tahun ini”.

Sebetulnya Rasulullah punya kesempatan untuk melakukan ibadah haji pada tahun sebelumnya, tapi menurut Quraish Shihab, Rasulullah enggan untuk melaksanakan haji pada tahun tersebut karena kaum musyrik Mekah pada waktu itu masih thawaf tanpa busana dan mereka melafalkan talbiyah yang mengandung kemusyrikan.

Untuk menghilangkan praktik semacam itu, Rasulullah mengutus Abu Bakar untuk memimpin rombongan dari Madinah ke Mekah. Melalui pesan Rasulullah yang disampaikan Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar untuk mengingatkan kaum Musyrik Mekah untuk tidak melaksanakan ritual haji dengan cara thawaf tanpa busana. Setelah peringatan itu kondisi Mekah bersih dari kemusyrikan, tidak ada lagi  yang melakukan thawaf tanpa busana dan mengumandangkan lafal talbiyah yang mengandung kemusyrikan.

Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW menjelaskan ketika masuk bulan Dzulqa’dah, Nabi SAW baru mengumumkan rencana beliau untuk melakukan ibadah haji, baik rencana tersebut karena kewajiban haji baru diturunkan tahun 10 Hijriah sebagaimana pendapat sebagian ulama, atau bisa jadi perintah haji sudah turun sebelum itu, tapi Rasulullah tidak melakukannya karena situasi dan kondisinya belum kondusif.

Jadi kalau ada yang bertanya, kenapa Rasulullah hanya satu kali saja melakukan ibadah haji seumur hidup? Jawabannya ada dua: pertama, sebagian ulama mengatakan kewajiban haji baru diperintahkan pada tahun 10 Hijriah; kedua, kalaupun kewajiban haji sudah diturunkan sebelumnya, Rasulullah belum bisa melakukannya karena situasi dan kondisinya belum kondusif, apalagi masih banyaknya orang yang thawaf di ka’bah tanpa busana.(sn)