PRA Luqman, Penerus Takhta Keraton Kasepuhan Cirebon

oleh -120 views

Bianglala.info – Sultan Sepuh XIV, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat SE wafat. Lalu siapa yang bakal memegang tampuk kepemimpinan selanjutnya di Kesultanan Kasepuhan?

Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, adik kandung Sultan Sepuh XIV mengatakan, terkait dengan siapa penerus kepemimpinan sultan, hal itu sudah diatur dalam adat dan tradisi keraton atau pepakem.

Putera mahkota akan otomatis jatuh kepada putera yang pertama. Namun, jika putera yang pertama tidak bisa, maka posisinya akan digantikan oleh putera yang kedua dan seterusnya. “Jadi, harus tetap dari garis laki-laki,” jelasnya.

Sebelum meninggal dunia atau masih jumeneng, Sultan sendiri sudah menganugerahkan gelar putera mahkota kepada PRA Luqman Zulkaedin SH MKn.

Pewaris takhta Kasultanan Cirebon mengarah kepada anak kedua bukan kepada anak pertama.

Dari pernikahannya dengan sang ratu, almarhum Sultan Cerebon  XIV PRA Arief Natadiningrat , memiliki tiga putra dan satu putri.

Yaitu Elang Raja tertua (ER) Ari Rahmanudin, ER Luqman Zulkaedin , Ratu Raja (RR) S. Fatimah Nurhayani, dan ER termuda Muhammad Nusantara.

Ditunjuknya PRA Luqman Zulkaedin sebagai pewaris takhta mengundang komentar pengamat sejarah.

“Bisa saja terjadi itu semua bisa dari hasil musyawarah di tingkat keraton, bukan ditentukan oleh pemerintah, ” kata Pengamat Sejarah Cirebon Mustaqim Asteja,

Terlebih sebelumnya Almahrum PRA Arief Natadiningrat beberapa waktu sebelumnya dirinya hendak berangkat haji, sudah menobatkan PRA Luqman Zulkaedin sebagai putra mahkota.

“Dari situ sudah ada musyawarah di tingkat keratonnya, karena ada uzur atau apa sehingga tidak memilih anak pertama, ” kata Mustaqim yang juga sebagai pendiri Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula.

Sultan Arief meninggal dunia pada Rabu 22 Juli 2020 Pukul 05:20 WIB, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Santosa Bandung Jawa Barat akibat penyakit kanker usus.

Jenazah Sultan Arief dimakamkan di pemakaman kompleks Astana Gunung Jati Cirebon.

Adik kandung almarhum Sultan Arief, Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat mengatakan, pergantian takhta di Keraton Kasepuhan Cirebon dari Sultan Arief kepada Para Luqman, dilakukan sesuai tradisi yang berlangsung turun temurun.

Namun, prosesi adat pergantian takhta sultan akan menunggu hingga masa berkabung selesai.

Ia menjelaskan, bahwa berdasarkan tradisi di Keraton Kasepuhan Cirebon, tahta otomatis akan turun dari Sultan kepada putra mahkotanya, “Yaitu garis laki-laki,” katanya di sela-sela prosesi pemakaman Rabu 22 Juli 2020.

PRA Luqman sendiri telah disiapkan untuk menggantikan kedudukan ayahnya, jauh sebelum Sultan Arief wafat. Luqman yang sebelumnya bergelar Pangeran Raja ( PR), diberi gelar PRA saat Sultan Arief hendak menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu.

Hal itupun pernah disampaikan secara langsung oleh Sultan Arief, ketika ditanyakan mengenai penobatan putranya, PRA Luqman Zulkaedin sebagai putra mahkota. Saat itu, Sultan Arief mengaku belum melakukannya secara khusus.(sn)