Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat Meninggal Dunia, Berikut Silsilah Keraton Kasepuhan Cirebon

oleh -266 views

Bianglala.info – Kabar meninggalnya Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Cirebon.

Sultan Sepuh XIV  PRA Arief Natadiningrat   dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (22/07/2020) pagi tadi sekitar pukul 05.20 WIB.

Hingga berita ini tayang belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Sultan Sepuh PRA Arief Natadiningrat

Seperti diketahui Sultan Sepuh merupakan gelar pemimpin tertinggi di Keraton Kasepuhan Cirebon Jawa Barat.

Melansir dari laman resmi Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat naik takhta sebagai  Sultan Sepuh XIV pada 9 Juni 2010.

Beliau menggantikan ayahnya, Sultan Sepuh XIII Pangeran Raja Adipati Maulana Pakuningrat yang bertahta 1969 hingga 2010, tepat 40 hari setelah wafatnya sang ayah.

Penonatan ini dilakukan dalam rangkaian acara “Jumenengan” di Keraton Kasepuhan  Cirebon waktu itu.

Berikut silsilah Keraton Kasepuhan  Cirebon Jawa Barat .

Pada masa  kesultan Cirebon , Keraton Kasepuhan Cirebon dipimpin oleh Sunan Gunung Jati Syarief Hidayatullah, beliau bertahta dari 1479 hingga 1568.

Kemudian dilanjutkan oleh P Adipati Pasarean atau P Muhammad Arifin, tahun 1495 hingga 1552.

Selanjutnya Keraton kasepuhan Cirebon di masa kesultanan Cirebon secara turun temurun dipimpin oleh P Dipati Carbon P Sedang Kamuning, 1521-1565, Panembahan Ratu Pakungwati I, P Emas Zainul Arifin yang bertahta 1568-1649, P. Dipati Carbon II (P. Sedang Gayam).

Terakhir di masa kesultanan Cirebon dipimpin oleh Panembahan Ratu Pakungwati II (Panembahan Girilaya) yang bertahta dari 1649 hingga 1666).

Menurut naskah Mertasinga, Sultan Abdul Karim telah meninggal di Mataram pada tahun 1585 saka jawa atau sekitar tahun 1662 m, 12 tahun setelah kepergiannya ke Mataram.

Setelah pembagian kesultanan Cirebon,Kasepuhan dipimpin oleh anak pertama Pangeran Girilaya yang bernama Pangeran Syamsudin Martawidjaja yang kemudian dinobatkan sebagai Sultan Sepuh I.

Berikut silsilah Keraton Kasepuhan Cirebon pada masa Kasepuhan;

  • Sultan Sepuh I Sultan Raja Syamsudin Martawidjaja (bertahta dari 1679 – 1697)
  • Sultan Sepuh II Sultan Raja Tajularipin Djamaludin (bertahta dari 1697 – 1723)
  • Sultan Sepuh III Sultan Raja Djaenudin (bertahta dari 1723 – 1753)
  • Sultan Sepuh IV Sultan Raja Amir Sena Muhammad Jaenuddin (bertahta dari 1753 – 1773)
  • Sultan Sepuh V Sultan Sepuh Sjafiudin Matangaji (bertahta dari 1773 – 1786)
  • Sultan Sepuh VI Sultan Sepuh Hasanuddin (bertahta dari 1786 – 1791) bertahta menggantikan saudaranya Sultan Sepuh V Sultan Sjafiudin Matangaji
  • Sultan Sepuh VII Sultan Sepuh Djoharudin (bertahta dari 1791 – 1815)
  • Sultan Sepuh VIII Sultan Sepuh Radja Udaka (Sultan Sepuh Raja Syamsudin I) (bertahta dari 1815 – 1845) menggantikan saudaranya Sultan Sepuh VII Sultan Djoharuddin
  • Sultan Sepuh IX Sultan Radja Sulaeman (Sultan Sepuh Raja Syamsudin II) (bertahta dari 1845 – 1853)
  • Perwalian oleh Pangeran Adiwijaya bergelar (Pangeran Syamsudin IV) (menjadi wali bagi Pangeran Raja Satria dari 1853 – 1871)
  • Pangeran Raja Satria (memerintah dari 1872 – 1875) mewarisi tahta ayahnya Sultan Sepuh IX Sultan Radja Sulaeman sebagai putera tertua Sultan Sepuh IX yang sah, setelah meninggalnya walinya yaitu Pangeran Adiwijaya sesuai dengan penegasan Residen Belanda untuk Cirebon tahun 1867
  • Pangeran Raja Jayawikarta (memerintah dari 1875 – 1880) menggantikan saudaranya Pangeran Raja Satria
  • Sultan Sepuh X Sultan Radja Atmadja Rajaningrat (bertahta dari 1880 – 1885) diangkat sebagai Sultan untuk menggantikan saudaranya yaitu Pangeran Raja Jayawikarta
  • Perwalian oleh Raden Ayu (Permaisuri Raja) menjadi wali bagi Pangeran Raja Adipati Jamaludin Aluda Tajularifin dari 1885 – 1899
  • Sultan Sepuh XI Sultan Sepuh Radja Jamaludin Aluda Tajularifin (bertahta dari 1899 – 1942)
  • Sultan Sepuh XII Sultan Sepuh Radja Radjaningrat (bertahta dari 1942 – 1969)
  • Sultan Sepuh XIII Pangeran Raja Adipati DR.H. Maulana Pakuningrat. SH (bertahta dari 1969 – 2010)
  • Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. SE (bertahta dari 2010 – sekarang).