Museum Prabu Siliwangi Punya Koleksi Benda Bersejarah dari Turki

oleh -124 views

Buitenzorg  –  Berkunjung ke Museum Prabu Siliwangi Kota Sukabumi bakal semakin menyenangkan. Baru-baru ini, sejumlah benda benda didatangkabersejaran dari negara Turki untuk menjadi koleksi museum tersebut. “Kami baru menerima benda-benda peninggalan zaman Usmaniah Turki yang dilengkapi dengan surat pernyataan dari komunitas di Turki yang sebelumnya menyimpan benda ini,” kata Pimpinan Museum Prabu Siliwangi Al Fath Kota Sukabumi, KH Fajar Laksana, kemarin (5/8).

Diungkapkan, selain benda-benda bersejarah tersebut, juga ada replika bekas tapak kaki dan replika tempat minum Nabi Muhammad SAW. Selain itu, pisau khas Turki, panah dan alat-alat rumah tangga kuno. “Jadi,  Prabu Siliwangi Museum kepercayaan untuk menyimpan koleksi benda bersejaah ini,” kata Fajar.

Dikatakan, diberinya kepercayaan untuk menyimpan benda-benda tersebut merupakan bentuk penghargaan bagi museum. Sebab, tidak banyak museum yang memiliki koleksi seperti itu. “Kepercayaan ini harus dijaga,” kata Fajar.

Diungkapkan, dipercayanya museum Prabu Siliwangi menyimpan koleksi tersebut karena memiliki kesamaan visi dengan pengoleksi benda sejarah di Turki. Selain itu, sejumlah daerah di tanah air juga memiliki keterkaitnn sejarah dengan Turki Usmani. “Misinya sama, juga banyak daerah di tanah air yang erat kaitannya dengan kekhalifahan Usmaniyah, seperti kesultanan Cirebon, Banten, Demak dan Aceh,” kata dia.

Kedekatan Fajar dengan sejumlah pengoleksi benda-benda bersejarah dan kuno di Turki tidak lepas dari kunjungannya ke negara tersebut. “Empat kali saya ke Turki, berkenalan dengan pengoleksi benda sejarah di sana, mereka menyambut hangat dengan adanya museum Prabu Siliwangi,” kata Fajar.

Dijelaskan, mengoleksi benda-benda bersejarah di museum yang dipimpinnya bukan untuk mencari keuntungan, tapi lebih kepada kepentingan pendidikan. Untuk itu, dia mempersilakan pelajar untuk melihat benda koleksi di museum yang berada di lingkungan Ponpes Al Fath Kota Sukabumi tersebut. “Karena ini untuk kepentingan edukasi, bukan kepentingan bisnis, kami terbuka untuk pengunjung,” katanya.(sn)